Fakta Penyakit Emfisema Si Penyakit yang Sering Menyerang Perokok

Fakta Penyakit Emfisema Si Penyakit yang Sering Menyerang Perokok

Fakta Penyakit Emfisema Si Penyakit yang Sering Menyerang Perokok

Fakta Penyakit Emfisema Si Penyakit yang Sering Menyerang Perokok – Perokok Aktif adalah seseorang yang dengan sengaja menghisap lintingan atau gulungan tembakau yang dibungkus biasanya dengan kertas, daun, dan kulit jagung. Secara langsung mereka juga menghirup asap rokok yang mereka hembuskan dari mulut mereka.

Tujuan mereka merokok pada umumnya adalah untuk menghangatkan badan mereka dari suhu yang dingin. Tapi seiring perjalanan waktu pemanfaatan rokok disalah artikan, sekarang rokok dianggap sebagai suatu sarana untuk pembuktian jati diri bahwa mereka yang merokok adalah ”keren”.

Emfisema adalah salah satu jenis penyakit paru-paru kronis. Pada penyakit ini, alveoli yang merupakan kantung udara di paru-paru menjadi hancur. Kantung udara melemah dan akhirnya pecah, yang mengurangi luas permukaan paru-paru dan jumlah oksigen yang bisa mencapai aliran darah. Akibatnya, seseorang jadi Daftar Akun Club388 sulit bernapas terutama ketika berolahraga. Selain itu, emfisema membuat paru-paru kehilangan elastisitasnya.

1. Merokok tembakau adalah penyebab utama emfisema

cigarettes smoking habbit 23 2148527388 1b4a75f0d957b7ec8ad047955407676d - Fakta Penyakit Emfisema Si Penyakit yang Sering Menyerang Perokok

Melansir Healthline, merokok tembakau merupakan penyebab utama emfisema. Semakin banyak rokok yang diisap, makin tinggi risiko seseorang terkena emfisema. Begitu juga dengan merokok ganja.

Menurut data dari ALA, rokok membunuh lebih dari 480.0000 penduduk AS dalam setahun, dan sekitar 80 persen disebabkan oleh PPOK, termasuk emfisema. Meski begitu, tidak semua orang yang merokok menderita emfisema.

Melansir Medical News Today, penyebab lain emfisema adalah faktor genetik seperti defisiensi antitripsin alfa-1, paparan iritan lingkungan seperti asap rokok, polutan tempat kerja, polusi udara, dan bahan bakar biomassa.

Selain itu, menurut sebuah studi yang terbit tahun 2002, seseorang dengan saluran udara kecil yang sebanding dengan ukuran paru-paru mereka, kemungkinan berisiko lebih tinggi terkena emfisema, dibandingkan dengan mereka yang memiliki saluran udara lebih lebar.

Satu hal lagi, emfisema tidak bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain.

2. Batuk dan sesak napas merupakan gejala awal emfisema

sick woman mask having difficulty breathing during coronavirus pandemic 53876 94737 df9bbe38be8006caed8b4b01986114e2 - Fakta Penyakit Emfisema Si Penyakit yang Sering Menyerang Perokok

Beberapa orang dengan emfisema kemungkinan tidak menyadari dirinya mengidap penyakit tersebut, bahkan hingga bertahun-tahun. Namun, bila gejala muncul, biasanya diawali dengan batuk dan sesak napas, terutama saat sedang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya.

Gejala tersebut akan terus memburuk hingga sulit bernapas sepanjang waktu, bahkan saat sedang istirahat. Beberapa gejala lainnya yang akan muncul meliputi:

  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Depresi
  • Detak jantung cepat

Penderita emfisema kemungkinan juga akan mengembangkan bibir atau kuku abu-abu kebiruan karena kekurangan oksigen. Jika gejala ini muncul, segera cari pertolongan medis.

3. Diagnosis emfisema

883px emphysema2008 33d1645d9d6406ab72ddbc9b75383e74 - Fakta Penyakit Emfisema Si Penyakit yang Sering Menyerang Perokok

Dalam proses diagnosis, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan pasien, bertanya apakah pasien seorang perokok atau bukan, atau apakah pasien berada di sekitar asap atau polutan berbahaya baik di rumah maupun di tempat kerja.

Selain itu, melansir Healthline, dokter juga akan melakukan beberapa tes untuk mempermudah diagnosis emfisema seperti:

  • Tes pencitraan: seperti sinar-X dan CT scan untuk melihat paru-paru pasien.
  • Tes darah: untuk menentukan seberapa baik paru-paru pasien mentransfer oksigen.
  • Pulse oximetryuntuk mengukur kandungan oksigen dalam darah pasien.
  • Tes fungsi paru-paru: sering melibatkan meniup alat yang disebut spirometer untuk mengukur berapa banyak udara yang bisa dihirup dan dikeluarkan oleh paru-paru pasien, dan seberapa baik paru-paru pasien mengirimkan oksigen ke aliran darahnya.
  • Tes gas darah arteri: untuk mengukur jumlah darah dan karbon dioksida dalam darah pasien.
  • Elektrokardiogram (EKG): untuk memeriksa fungsi jantung dan menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit jantung.

4. Perawatan bertujuan untuk meringankan gejala dan memperlambat perkembangan penyakit

Tidak ada obat untuk emfisema. Perawatan dari dokter bertujuan untuk meringankan gejala dan menghambat perkembangan penyakit. Dokter biasanya memberikan obat-obatan, terapi, atau bahkan operasi bila dibutuhkan.

Jika pasien adalah seorang perokok, pengobatan pertama adalah dengan berhenti merokok.

Melansir Healthline, berbagai obat yang bisa membantu mengobati emfisema, baik dengan dihirup atau diminum yaitu:

  • Bronkodilator: membantu saluran udara terbuka, mempermudah bernapas, serta meredakan batuk dan sesak napas.
  • Steroid: meredakan sesak napas.
  • Antibiotik: melawan infeksi yang bisa memperburuk kondisi.

Terapi paru atau olahraga ringan seperti jalan kaki bisa memperkuat otot pernapasan dan meredakan gejala emfisema, sehingga pasien akan lebih mudah bernapas dan lebih aktif secara fisik.

Selain itu, yoga, taici, dan latihan pernapasan dalam bisa membantu meredakan gejala. Terapi oksigen juga bisa membantu mempermudah pernapasan. Pasien emfisema yang parah kemungkinan memerlukan oksigen selama 24 jam.

Operasi pengangkatan paru-paru bisa di gunakan untuk mengangkat bagian kecil dari paru-paru yang rusak, sementara transplantasi paru-paru bisa menggantikan seluruh paru-paru. Namun, ini merupakan operasi langka yang hanya di lakukan untuk pasien dengan emfisema yang parah.

Pasien emfisema sering kurang berat badan. Oleh sebab itu, dokter akan merekomendasikan agar pasien mengonsumsi makanan yang kaya vitamin A, C, dan E, seperti buah-buahan dan sayuran untuk meningkatkan kesehatannya secara keseluruhan.

Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan pasien agar mendapatkan vaksinasi terhadap infeksi tertentu, seperti pneumonia, untuk mencegah perburukan penyakit.

Pasien juga sering mengalami kecemasan atau depresi karena tidak bisa seaktif seperti saat belum terdiagnosis penyakit kronis ini. Bahkan dalam beberapa kasus, mereka kemungkinan terikat ke tangki oksigen.

Untuk mengatasi hal tersebut, dokter biasanya menyarankan agar pasien bergabung dengan kelompok pendukung yang bisa membantunya terhubung dengan orang lain yang juga menderita emfisema, sehingga bisa berbagi pengalaman serupa. Ini bisa membantu pasien menyadari bahwa ia tidak sendiri dalam melawan penyakit ini.

5. Pencegahan emfisema

fromandroid c7cf9362fbb973ed8e7e1814d6ee2a74 - Fakta Penyakit Emfisema Si Penyakit yang Sering Menyerang Perokok

Karena penyebab utama emfisema adalah rokok, maka cara terbaik untuk mencegahnya yaitu dengan tidak merokok atau berhenti merokok sekarang juga. Selain itu, terdapat beberapa cara lain untuk mencegah emfisema, seperti:

  • Makan makanan yang sehat
  • Membangun dan mempertahankan berat badan sedang
  • Menghindari polusi udara jika memungkinkan
  • Mengambil langkah untuk mencegah infeksi seperti menerima vaksinasi rutin

Itulah deretan fakta seputar emfisema, penyakit yang sering menyerang perokok. Jika mengalami gejala-gejala dari emfisema, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Semakin cepat penyakit kronis ini terdiagnosis dan mendapat perawatan yang tepat, maka akan semakin besar juga harapan hidupnya.

Comments are closed.