Binatang Lain yang Sering Dianggap Sama

Binatang Lain yang Sering Dianggap Sama

Binatang Lain yang Sering Dianggap Sama

Binatang Lain yang Sering Dianggap Sama – Memang, setiap makhluk hidup diciptakan berbeda. Bahkan orang yang terlahir kembar pun kalau ditelisik lebih jauh pasti memiliki perbedaan, entah dari tanda lahirnya atau karakteristiknya. Nggak cuma manusia, hewan pun demikian. Ada banyak hewan yang sepintas terlihat mirip secara fisik, namun ternyata mereka jauh berbeda. Selama ini bahkan mungkin kita menganggap dua nama hewan itu sama, kayak katak sama kodok, yang nyatanya mereka beneran beda, Guys!

Bumi dihuni oleh milyaran makhluk hidup dengan keunikannya masing-masing, termasuk dengan hewan-hewan. Dari banyak hewan yang hidup di daratan maupun lautan, beberapa diantaranya memiliki kemiripan sehingga tak jarang kita mengira hewan tersebut sama dengan hewan lain. Padahal, bisa saja diantara kedua hewan yang kita anggap mirip tersebut sama sekali tidak berhubungan.

Katak

Kalau katak sering dikira sama dengan kodok. Penulis sendiri pun masih berpikir kalau kedua hewan amphibi ini sama. Padahal, ada beberapa perbedaan antara kedua hewan ini.

Tubuh katak lebih ramping, berkulit halus, tipis, lembab, berlendir serta berkaki panjang berselaput. Sedangkan kodok bertubuh lebih lebar dan besar, kulitnya lebih kering, serta kakinya relatif lebih pendek. Berbeda dengan kodok yang hampir bisa dijumpai di mana-mana, beberapa jenis katak hanya bisa ditemui di habitat tertentu. Misalnya katak pohon, bangkong tuli, serta katak serasah.

Bekicot

Hewan kecil bercangkang dan berlendir ini memang memiliki rupa yang sangat mirip dengan siput. Akan tetapi, kedua hewan ini berbeda. Perbedaan mendasar dari bekicot dengan siput adalah bekicot merupakan keluarga Achatinidae sedangkan siput merupakan keluarga Ampullaridae. Bekicot biasa dijumpai di daratan, sementara siput lebih sering dijumpai di perairan.

Oh iya, dibeberapa daerah, ada yang menyajikan makanan dari siput. Nah, khusus untuk bekicot, mereka tidak bisa dikonsumsi karena mengandung parasit cacing yang berbahaya bagi manusia. Jadi, jangan sampai salah konsumsi, ya.

Rajungan

Buat kamu pecinta seafood, mungkin sudah tidak asing dengan hewan ini. Akan tetapi, apakah kamu bisa membedakan antara rajungan dengan kepiting?

Antara rajungan dan kepiting memang sekilas nampak sangat mirip. Meskipun begitu, mereka berdua memiliki beberapa perbedaan, loh. Tubuh dan capit rajungan jauh lebih ramping jika dibandingkan dengan kepiting yang memiliki tubuh dan capit yang lebih besar. Kulit rajungan cenderung berwarna kebiruan dengan totol-totol di atasnya, sedangkan kepiting warnanya lebih gelap dan polos. Untuk habitat, rajungan hanya hidup di perairan dalam dan akan mati jika dibawa ke daratan, sedangkan untuk kepiting tinggal di perairan yang lebih dangkal dan masih dapat hidup jika dibawa ke daratan.

Comments are closed.