Hewan Mamalia Langka dari Pegunungan India

Hewan Mamalia Langka dari Pegunungan India

Fakta Unik Nilgiri Tahr, Hewan Mamalia Langka dari Pegunungan India!

Hewan Mamalia Langka dari Pegunungan India – Sebuah laporan dari World Wildlife Fund (WWF), yang dirilis baru-baru ini, menyebutkan penemuan 34 spesies tanaman dan satwa baru di timur pegunungan Himalaya setiap tahun, selama enam tahun terakhir. Nilgiri tahr merupakan hewan yang termasuk keluarga bovidae dengan ciri khas mempunyai kuku kaki genap.

Di habitat aslinya mereka sangat sulit sekali untuk dijumpai dikarenakan populasinya yang tinggal sedikit. Nilgiri tahr juga memiliki panggilan lain yaitu varaiaadu yang berarti kambing jurang. Hal tersebut merujuk dengan kebiasaan mereka yang sering mendiami jurang-jurang yang terdapat di pegunungan.

Dikenal sebagai hewan yang memiliki sifat sosialisasi yang tinggi. Inilah beberapa fakta menarik dari Download Aplikasi Sbobet Terbaru nilgiri tahr yang perlu kamu ketahui dilansir dari laman Animaldiversity dan Animalia.bio, sebagai berikut:

Ciri khas fisik

Dari segi penampilan, nilgiri tahr memiliki bentuk fisik yang hampir mirip dengan hewan kambing pada umumnya. Mereka mempunyai bulu pendek serta tanduk berukuran sedang yang melengkung. Untuk membedakan jantan dan betina, nilgiri tahr jantan memiliki warna kulit hitam sedangkan betina coklat keabu-abuan. Di samping itu, nilgiri tahr jantan memiliki ukuran badan yang lebih besar ketimbang betina.

Rata-rata nilgiri tahr mempunyai panjang badan antara 90 hingga 140 sentimeter dan bobot tubuh maksimal seberat 100 kilogram. mereka dapat bertahan hidup hingga usia sembilan tahun.

Sistem reproduksi

Musim kawin dari nilgiri tahr berlangsung pada akhir bulan Juli hingga Agustus. Mereka termasuk hewan poligini yang mana sang jantan dapat kawin dengan banyak betina. Sedangkan masa kehamilan nilgiri tahr memakan waktu 6 hingga 7 bulan dimana dalam satu kali persalinan sang betina hanya bisa melahirkan satu ekor bayi. Anak dari nilgiri tahr tersebut akan terus bersama induknya hingga berusia 6 bulan. Nilgiri tahr akan mencapai kematangan seksual saat menginjak usia 3 tahun.

Habitat asli dari nilgiri tahr

Populasi dari nilgiri tahr tersebar luas di negara India tepatnya di wilayah Kerala dan Tamil Tadu. Dilansir dari laman Animaldiversity, hewan yang termasuk spesies kambing liar ini mendiami daerah pegunungan Ghat barat yang terletak di India bagian selatan. Mereka biasanya ditemukan di daerah dataran tinggi di kisaran ketinggian antara 1200 hingga 2200 meter dengan kondisi lereng yang terjal.

Selain itu, nilgiri tahr sangat menyukai daerah padang rumput yang terdapat di pegunungan dikarenakan hewan ini merupakan hewan herbivora yang memakan berbagai jenis rumput dan tanaman.

Kebiasaan hidup di alam liar

Nilgiri tahr merupakan hewan sosial yang hidup secara berkelompok. Dalam satu kelompok biasanya terdiri dari enam individu yakni beberapa jantan dan seekor betina dewasa. Dilansir dari laman Animalia.bio, mereka aktif beraktivitas mencari makanan antara waktu senja dan fajar. Sedangkan pada siang hari, nilgiri tahr menghabiskan waktu mereka untuk beristirahat di bawah bayangan tebing. Saat beristirahat, biasanya salah satu dari anggota kelompok nilgiri tahr bertugas untuk berjaga-jaga dari ancaman predator.

Hewan yang terancam punah

Populasi dari nilgiri tahr di habitat aslinya saat ini sangatlah memprihatinkan. Diperkirakan hanya tersisa 1800 hingga 2000 ekor nilgiri tahr yang hidup di alam liar. Oleh karena itu, mereka termasuk ke dalam daftar merah sebagai hewan yang terancam punah. Salah satu ancaman terbesar dari nilgiri tahr adalah terdapatnya banyak pengembalaan hewan ternak di habitat mereka yang membuat persaingan dalam mancari makanan semakin sulit. Selain itu, terjadinya perubahan iklim serta adanya perburuan liar untuk diperdagangkan secara ilegal.

Nah, itulah beberapa fakta menarik dari nilgiri tahr yang merupakan hewan endemik asli dari India. Dengan populasinya yang semakin menurun diharapkan spesies hewan ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah setempat.

Comments are closed.