Kombinasi Makanan dan Obat yang Berbahaya

Kombinasi Makanan dan Obat yang Berbahaya

Hati-hati, Kombinasi Makanan dan Obat yang Berbahaya bagi Kesehatan

Kombinasi Makanan dan Obat yang Berbahaya – Ketika tubuh dalam kondisi kurang prima, konsumsi obat dan makanan yang bergizi dapat memulihkan tubuh lebih baik. Sayangnya, tak semua obat dan makanan sehat yang dikonsumsi bersamaan dapat memberikan hasil yang baik.

Kamu pasti tahu, beberapa jenis obat perlu dikonsumsi bersama makanan untuk meningkatkan efektivitasnya. Kendati demikian, pastikan kamu tidak asal mengonsumsi makanan dan obat-obatan secara bersamaan. Sebab, kombinasi makanan dan obat yang salah dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat maupun peningkatan efek samping.

Lantas apa saja Daftar S128 kombinasi makanan dan obat yang berbahaya? Simak pembahasannya berikut ini.

Produk susu dan antibiotik 

Dikutip dari laman Men’s Health, antibiotik dapat berikatan dengan kalsium, zat besi, dan mineral lain yang ada dalam makanan berbasis susu. Ini mencegah penyerapan antibiotik, dan pada akhirnya akan menurunkan kemampuan antibiotik dalam melawan infeksi. Untuk mengatasi hal ini, hindari konsumsi susu, yogurt, dan keju 2 jam sebelum dan sesudah minum antibiotik.

Jeruk nipis dan obat batuk atau penurun kolesterol

Jeruk nipis tidak boleh dikonsumsi bersama dengan obat penurun kolesterol, seperti statin; dan obat penekan batuk, seperti dextromethorphan. Sebab, dilansir dari laman Men’s Health, jeruk nipis dapat memblokir enzim yang memecah statin dan dextromethorphan. Ini menyebabkan obat menumpuk di aliran darah yang kemudian meningkatkan risiko terjadinya efek samping.

Efek samping yang mungkin terjadi, yaitu halusinasi, kantuk, dan kerusakan otot yang parah. Efek samping dari kombinasi buah dan obat-obatan ini dapat bertahan selama sehari atau lebih.

Obat dan Makanan Tersebut Menyebabkan Khasiat Obat Menjadi Kurang Efektif

Rumput laut dan obat antitiroid

Menurut penelitian dalam Endocrine Journal, pasien yang mengonsumsi obat antitiroid untuk hipertiroidisme harus membatasi konsumsi makanan kaya yodium, seperti rumput laut.

Semakin tinggi asupan yodium dalam diet, semakin tinggi dosis obat yang dibutuhkan. Sebab, interaksi antara obat dan makanan tersebut menyebabkan khasiat obat menjadi kurang efektif.

Jeruk bali dan beberapa jenis obat

Menurut Food and Drug Administration, jeruk bali diketahui dapat berinteraksi secara negatif terhadap beberapa jenis obat-obatan. Jeruk bali tidak boleh dikonsumsi dengan obat penurun tekanan darah atau siklosporin karena jeruk bali dapat menyebabkan level obat-obatan yang lebih tinggi di dalam tubuh, sehingga meningkatkan efek samping obat tersebut.

Jeruk bali juga dapat berinteraksi dan menyebabkan peningkatan tingkat darah ketika dikonsumsi bersama obat buspirone, quinerva atau quinite, dan triazolam.

Akar manis dan digoxin

Orang yang menggunakan digoxin untuk mengatasi masalah jantung perlu menghindari konsumsi akar manis. Sebab, akar manis dapat meningkatkan risiko toksisitas digoxin. Digoxin digunakan untuk mengobati gagal jantung kongestif dan irama jantung abnormal. Menurut laman Times Union, konsumsi akar manis juga dapat mengurangi efek obat tekanan darah atau obat diuretik, termasuk hydrochlorothiazide dan spironolactone.

Jadi, agar tidak menimbulkan bahaya, pastikan kamu mengindari kombinasi makanan dan obat di atas secara bersamaan, ya!

Comments are closed.