Kucing yang Cocok Dipelihara Orang Alergi Bulu

Kucing yang Cocok Dipelihara Orang Alergi Bulu

Kucing yang Cocok Dipelihara Orang Alergi Bulu

Kucing yang Cocok Dipelihara Orang Alergi Bulu – Kucing terkenal sebagai salah satu hewan peliharaan yang sangat menyenangkan. Ini karena mereka mudah untuk dijinakkan, tidak temperamen, dan sangat penurut. Kucing juga sangat lucu, dengan bulu yang tebal dan mereka suka jika dipeluk!. Tak heran banyak orang sangat mencintai kucing dan hidup dengan mereka.

Sebagai pencinta kucing, memiliki alergi bulu adalah sebuah malapetaka. Kita jadi tak bisa memegang, mengelus, apalagi menggendong hewan tersebut. Jika nekat melakukannya, kita akan bersin-bersin, mata menjadi berair, batuk, hingga bahkan sesak napas.

Namun tahukah kamu bahwa orang yang alergi bulu kucing masih bisa memelihara hewan tersebut? Nyatanya ada sejumlah ras kucing yang ramah untuk orang-orang dengan alergi. Mereka disebut sebagai hypoallergenic cat, artinya kucing yang minim menimbulkan alergi.

Balinese

Balinese adalah ras kucing yang tergolong berbulu medium hingga panjang. Walaupun begitu, bulu mereka cukup kokoh sehingga tidak akan meninggalkan banyak rontokan. Kamu pun hanya perlu menyikatnya seminggu sekali sehingga tak merepotkan.

Alasan lain kenapa Balinese ramah untuk orang yang alergi adalah mereka memiliki tingkat protein Fel d1 yang rendah. Zat yang terkandung dalam saliva dan bulu kucing inilah yang sering kali memicu reaksi alergi pada manusia.

Russian Blue

Berikutnya adalah Russian Blue. Kucing yang satu ini memiliki bulu yang pendek tapi lebat.

Namun itu bukanlah alasan kenapa mereka cocok dipelihara oleh orang yang punya alergi. Dilansir dari Spruce Pets, Russian Blue memproduksi protein Fel d1 dalam jumlah sedikit sehingga mereka jarang memicu alergi.

Sphynx

Memiliki bulu yang sangat tipis tak hanya membuat Sphynx terlihat eksotis. Karakteristik ini ternyata juga membuat mereka cocok dipelihara oleh orang-orang yang memiliki alergi.

Bulu tipisnya tak akan mengganggumu walaupun saat rontok. Tak hanya itu, mengutip Omlet, protein Fel d1 juga jarang ditemukan pada kulitnya karena tidak ada rambut yang menahannya.

Siamese

Ras kucing yang satu ini sering kali menjadi pilihan orang karena mereka sangat ramah, playful, dan tak merepotkan. Bukan hanya itu, Siamese ternyata juga cocok dipelihara orang dengan alergi, lho.

Ras ini adalah salah satu induk dari Balinese. Alasan utama kenapa kucing ini tidak memicu alergi adalah bulunya sangat jarang rontok. Kamu hanya perlu menyikatnya seminggu sekali.

Siberian

Siberian, kucing yang anggun dengan bulu ekstra panjang. Sekilas kamu mungkin berasumsi bahwa kucing ini akan sangat merepotkan karena bulunya yang rontok ke mana-mana. Namun ternyata anggapan tersebut salah.

Siberian adalah salah satu kucing yang ramah untuk orang-orang dengan alergi. Bulunya memang rontok, namun ia tidak memproduksi banyak Fel d1 sehingga sangat jarang menimbulkan alergi.

Oriental

Oriental adalah kucing yang dihasilkan dari persilangan antara American Shorthair, Abyssinian, dan Siamese. Kucing dengan telinga lebar ini memiliki bulu yang pendek nan mengilap yang jarang rontok.

Namun untuk mencegah reaksi alergi, kamu sebaiknya menggosok mereka dengan handuk yang sedikit basah seminggu sekali. Dengan begitu, bulu yang rontok tidak akan menyebar ke mana-mana.

Comments are closed.