Makanan Ini Ternyata Tidak Baik untuk Kesehatan

Makanan Ini Ternyata Tidak Baik untuk Kesehatan

Lebih Teliti Lagi, Makanan Ini Ternyata Tidak Baik untuk Kesehatan

Makanan Ini Ternyata Tidak Baik untuk Kesehatan – Kita hidup dimana segala sesuatunya serba instan, termasuk juga makanan. Makanan cepat saji atau yang biasa disebut dengan junk food merupakan salah satu contoh makanan instan yang tidak menyehatkan bagi tubuh. Makin ke sini, makin banyak orang yang peduli akan kesehatan tubuh. Bukan cuma dengan olahraga rutin, pola makan juga perlu diperhatikan.

Sayangnya, banyak makanan yang tampak sehat, tetapi kenyataannya tidak baik untuk kesehatan tubuh. Untuk mendapatkan dan mempertahankan berat badan ideal, kita perlu tahu jumlah kalori yang kita makan setiap harinya. Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan asupan sekitar 2.000 kalori per hari dan perbanyak konsumsi protein.

Bicara tentang makan, banyak makanan yang terlihat sehat, tetapi ternyata tinggi kalori dan bila konsumsinya berlebihan tak cuma bisa menaikkan berat badan, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit. Berikut ini adalah beberapa Cara Daftar IDNPlay jenis makanan yang perlu dikurangi atau dibatasi konsumsinya.

Burger

Mirip sandwich, burger pun sering disajikan dengan sayuran seperti tomat, selada, kol, bayam, bawang, serta keju, saus, dan daging. Rasanya? Yum!

Sebetulnya kandungan burger seperti karbohidrat dan protein dibutuhkan oleh tubuh. Namun, perlu diingat bahwa makanan ini tergolong sebagai makanan siap saji atau junk food dan tidak sehat bila sering dikonsumsi.

Tertulis dalam laporan berjudul “Identifying ‘unhealthy’ food advertising on television: a case study applying the UK Nutrient Profile model” dalam jurnal Public Health Nutrition tahun 2009, disebutkan bahwa kandungan nutrisi burger hanya memiliki sedikit serat, yaitu sekitar 2 gram per 100 gram.

Melansir FatSecret, seporsi burger mengandung lebih dari 200 kkal, dengan lemak yang cukup tinggi pula, yaitu sekitar 7 gram. Yang membuat burger tidak sehat adalah dagingnya. Namun, kamu tetap bisa membuatnya sehat dengan mengganti patty-nya dengan ikan panggang, tahu, atau tempe.

Gado-gado

Salad asli Indonesia ini tampak sehat, bukan? Di dalamnya ada campuran berbagai sayuran, tahu, serta tempe. Semua kandungan nutrisi pun bisa ditemukan dalam makanan ini, seperti karbohidrat, protein, serat, dan vitamin. Namun, gado-gado tak selamanya sehat.

Menurut data dari FatSecret, sepiring gado-gado dengan lontong kalorinya mencapai 400 kkal. Hal yang membuat gado-gado kurang sehat yaitu karena adanya lontong dan juga kentang sebagai karbohidrat.

Kalau sedang diet, kamu disarankan untuk tidak menambahkan lontong atau nasi putih. Kalau tanpa tambahan karbohidrat tersebut, kandungan kalori gado-gado hanya 132 kkal per porsinya.

Sandwich

Sekilas, roti lapis atau sandwich tampak sehat karena berisi daging, telur, dan beberapa jenis sayuran seperti tomat, selada, dan sebagainya. Namun, nyatanya sandwich tidak sesehat yang kita kira.

Berdasarkan sebuah penelitian berjudul “Sandwich consumption in relation to daily dietary intake and diet quality among US adults, 2003–2012” dalam jurnal Public Health tahun 2016, hampir seperempat dari total asupan kalori harian dan sekitar sepertiga dari total asupan lemak, lemak jenuh, kolesterol, dan natrium penduduk Amerika Serikat (AS) berasal dari sandwich.

Melansir Healthline, dalam satu porsi sandwich sapi bisa mengandung 320 kkal dengan kandungan lemak sebesar 5 gram, serta gula sebanyak 7 gram.

Sebetulnya sandwich bisa menjadi makanan sehat, dengan catatan pengolahan dan penyajiannya benar. Jumlah kalori, protein, dan lemak yang terkandung harus diperhatikan. Hindari penambahan isian atau topping seperti keju, daging olahan (sosis, daging asap), mayones, dan sebagainya. Utamakan isian yang berisi selada, tomat, mentimun, alpukat, dan bahan makanan sehat lainnya.

Jus Buah

Buah memang sangat baik bagi tubuh karena kandungan nutrisinya. Namun, jika buah diolah menjadi jus, apalagi bila membeli jus buah dalam kemasan, maka kandungan yang terdapat dalam buah itu akan berkurang, termasuk kandungan seratnya.

Melansir Healthline, jus buah dalam kemasan sama tidak sehatnya dengan minuman bersoda karena tambahan gulanya. Baik minuman bersoda dan jus buah mengandung sekitar 110 kkal dan 20-26 gram gula per cangkir (240 ml).

Menurut keterangan dari FatSecret, kandungan kalori dalam buah segar kurang dari 100 kkal. Misalnya buah jeruk mengandung 62 kkal, dengan kandungan serat 3,1 gram, dan kandungan gula 12,25 gram.

Minum jus buah tidak dilarang. Namun, akan lebih sehat bila mengonsumsinya secara langsung. Bila ingin mengonsumsinya dalam bentuk jus, pastikan untuk membuatnya sendiri tanpa menambahkan pemanis buatan.

Granola

Selama ini granola dianggap sebagai salah satu makanan sehat sehingga banyak yang mengonsumsinya setiap hari.

Dalam granola gandum utuh juga mengandung senyawa polifenol dan fitoestrogen yang dapat memodulasi mikrobiota usus dan berdampak pada parameter metabolisme tubuh. Hal ini tertuang dalam penelitian berjudul “Hypocholesterolemic and Prebiotic Effects of a Whole-Grain Oat-Based Granola Breakfast Cereal in a Cardio-Metabolic ‘At Risk’ Population” dalam jurnal Frontiers in Microbiology tahun 2016.

Namun, tahukah kamu bahwa granola mengandung banyak gula. Menurut keterangan dari Departemen Pertanian AS (USDA), dalam 100 gram granola terdapat 17,86 g gula dengan kalori yang mencapai 464 kkal, meski ini tergantung jenis granolanya.

Bila kamu sering membelinya, cek label nutrisi pada kemasan. Agar lebih sehat lagi, sebaiknya kamu mulai belajar untuk membuatnya sendiri.

Itulah beberapa jenis makanan yang sekilas tampak sehat, tetapi ternyata tidak sesehat yang kita kira. Cobalah untuk cermat dalam membaca kemasan, dan pertimbangkan pengolahan dan penyajian makanan, dan konsumsi berbagai variasi makanan sehat agar nutrisi yang didapat maksimal dan kebutuhan asupan nutrisi harian selalu terpenuhi.

Comments are closed.