Nutrisi untuk Kesehatan Mata

Nutrisi untuk Kesehatan Mata

Penglihatan Sehat dan Tajam, Apa Saja Nutrisi untuk Kesehatan Mata?

Nutrisi untuk Kesehatan Mata – Kita semua tahu bahwa apa yang kita makan memiliki dampak besar pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Makanan juga memainkan peran besar dalam menjaga kesehatan mata. Kadang sering dilupakan, tetapi mata punya peran vital dalam hidup kita.

Ada banyak cara untuk menjaga kesehatan mata, salah satunya adalah lewat pola makan. Kira-kira, apa saja, sih, nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung kesehatan indra penglihatan ini? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, sedikit informasi, sebagai indra penglihatan, mata berperan penting sebagai reseptor sensorik yang memberi informasi visual, sehingga kita dapat memperoleh gambaran dari makanan yang akan kita konsumsi.

Tentunya, aplikasi idnplay tampilan visual makanan penting untuk menambah selera makan kita. Gangguan visual dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengontrol asupan makannya. Suplai zat gizi yang adekuat sangat penting untuk dipenuhi setiap hari agar kemampuan penglihatan kita tetap optimal. Apa saja zat gizi yang dimaksud? Berikut ini ulasannya.

Vitamin A

Vitamin A berfungsi dalam daya penglihatan dengan pencahayaan kurang (redup). Rodopsin dalam sel batang dan iodopsin pada sel kerucut mata berperan penting dalam proses ini.

Suplai vitamin A dibutuhkan untuk meresintesis rodopsin kembali, sehingga mata bisa melihat dalam kondisi cahaya yang redup. Oleh sebab itu, kecepatan adaptasi mata dalam melihat di kondisi redup sangat dipengaruhi oleh vitamin A.

Dalam makanan, vitamin A terdapat dalam dua bentuk, yaitu retinol yang terdapat dalam pangan hewani (seperti hati, daging, susu dan produk olahannya, telur, minyak ikan), serta karotenoid yang terdapat dalam pangan nabati (termasuk sayuran berwarna hijau, merah atau jingga, serta buah berwarna jingga atau merah).

Zink

Zink terkonsentrasi dalam kornea mata. Zink juga terikat dalam enzim retinol dehidrogenase pada retina mata yang berperan dalam metabolisme pigmen visual yang mengandung vitamin A, serta diperlukan untuk sintesis alat angkut vitamin A berupa retinol-binding proteins (RBP).

Defisiensi zink dapat mengakibatkan gangguan siklus visual, juga berisiko menyebabkan edema kornea, konjungtivitis, dan xerosis.

Menurut sebuah penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition tahun 1980, zink juga tampaknya terlibat dalam pembentukan pigmen visual di retina. Karena alasan ini, kekurangan zink bisa menyebabkan rabun senja.

Sumber zink terbaik ada pada pangan hewani seperti daging, hati, kerang, makanan laut, dan telur. Zink juga bisa didapat dari sumber nabati seperti kacang-kacangan.

Vitamin B12

Berdasarkan buku At a Glance Ilmu Gizi yang ditulis oleh Mary E. Barasi, vitamin B12 atau juga disebut kobalamin memiliki fungsi perlindungan pada saraf optik.

Defisiensi atau kekurangan vitamin B12 yang terjadi pada orang-orang yang terinfeksi cacing pita ikan, serta perokok dan peminum alkohol berat, telah dilaporkan menyebabkan demielinasi saraf optik dan masalah penglihatan.

Sumber vitamin B12 ini banyak terdapat dalam pangan hewani seperti hati, daging, telur, susu, ikan.

Riboflavin

Riboflavin atau vitamin B2 juga dikaitkan memiliki peranan dalam fungsi penglihatan. Riboflavin diyakini punya tugas penting dalam memfasilitasi suplai oksigen pada mata bagian depan.

Defisiensi vitamin B12 dikaitkan dengan kejadian fotofobia, yaitu kondisi mata yang terasa sakit atau tidak nyaman ketika melihat cahaya terang.

Kamu bisa memenuhi kebutuhan vitamin B2 dari makanan hewani maupun nabati, seperti susu dan produk olahannya, telur, daging, sayuran hijau, dan serealia.

Asam lemak omega-3

Sel batang pada mata banyak mengandung asam dokosaheksaenoat (DHA), suatu asam lemak omega-3 yang memberikan fleksibilitas dan menunjang peran sel batang dalam proses penglihatan. Dilaporkan bahwa ketajaman visual dapat terganggu jika asupan omega-3 tidak tercukupi selama masa pertumbuhan.

Selain itu, menurut sebuah penelitian dalam jurnal JAMA Ophthalmology tahun 2016, omega-3 mungkin dapat membantu mencegah berbagai komplikasi mata pada pasien diabetes. Sebuah studi pada orang dewasa paruh baya dan lebih tua dengan diabetes menemukan bahwa konsumsi setidaknya 500 mg omega-3 rantai panjang setiap hari dapat mengurangi risiko retinopati diabetik.

Omega-3 banyak ditemukan pada lemak atau minyak nabati (kedelai, jagung, biji bunga matahari, dan minyak kanola), kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, maupun minyak ikan.

Nah, itulah beberapa zat gizi yang dapat menjaga kesehatan mata kita. Perlu diingat, nutrisi tersebut tidak bersifat memperbaiki kondisi mata yang telah sakit atau rusak, sehingga konsumsinya yang berlebihan tidak dianjurkan. Meminimalkan aktivitas yang memperberat kerja mata dan menjaga asupan nutrisi untuk mata adalah kunci agar fungsi penglihatan tetap optimal.

Comments are closed.