Penyebab Perut Sering Kembung

Penyebab Perut Sering Kembung

Perut Sering Kembung? Mungkin Penyebabnya Masalah Kesehatan Ini

Penyebab Perut Sering Kembung – Perut kembung umumnya disebabkan oleh berbagai kebiasaan yang mungkin tidak sengaja Anda lakukan. Antara lain makan terlalu banyak atau terlalu cepat, mengonsumsi makanan pedas dan berlemak, berbaring setelah makan, minum menggunakan sedotan, merokok dan lainnya.

Mungkin, sebagian dari kita sudah “langganan” Perut Sering kembung. Kembung adalah saat perut terasa bengkak, buncit, atau menggembung setelah makan. Penyebabnya adalah produksi gas berlebih atau gangguan pada pergerakan otot-otot sistem pencernaan.

Walau tidak fatal, perut kembung bisa menyebabkan ketidaknyamanan, rasa sakit, begah, dan membuat perut terlihat lebih besar. Apakah kamu tahu kalau kembung berkaitan dengan Agen IDN Poker Indonesia beberapa masalah kesehatan di bawah ini?

Makan terlalu cepat

Perut Sering Kembung wajarnya, kita harus mengunyah makanan hingga 32 kali sebelum menelannya. Ini dilakukan agar makanan benar-benar halus dan mudah dicerna oleh tubuh. Akan tetapi, bagaimana jika kita terburu-buru dan terpaksa makan terlalu cepat?

Menurut Dr. Akbar, makan terlalu cepat membuat kita menghirup banyak udara. Alhasil, akan ada terlalu banyak gas di perut dan menyebabkan perut kembung, katanya seperti dikutip di laman Cosmopolitan.

Meghan L. Scott, RD pun mengamini pernyataan Dr. Akbar. Menurutnya, saat kita makan terlalu cepat, kita akan menelan lebih banyak udara, tuturnya seperti melansir Gas-X.

Jika kita mengunyah secara perlahan, kita akan menelan lebih sedikit udara. Bahkan, melansir The Independent, makan perlahan bisa mengurangi kemungkinan menjadi gemuk atau mengembangkan sindrom metabolik. Makan terlalu cepat bisa menyebabkan fluktuasi gula darah dan memicu resistansi insulin.

Dehidrasi

Tahukah kamu kalau paru-paru terdiri dari 83 persen air? Tubuh menggunakan air untuk berbagai fungsi, seperti mengatur suhu tubuh, membentuk air liur, melumasi sendi, hingga mengirimkan oksigen ke seluruh tubuh. Sekurang-kurangnya, kita perlu minum air 2 liter per hari.

Lantas, apa hubungan antara air dan kembung? Menurut Dr. Akbar, minum banyak air berpotensi mengurangi kemungkinan kembung karena dehidrasi. Selain itu, ketidakseimbangan elektrolit bisa mengganggu sistem pencernaan.

Di sisi lain, menurut La’Drissa Bonivel, atlet profesional sekaligus pemilik ProFit Studio di Bronzeville, AS, mengatakan bahwa kurang minum air membuat perut dipenuhi dengan udara. Dehidrasi juga menyebabkan mulut kering, bau mulut, kulit kering, hingga perut buncit, jelasnya seperti dikutip di di laman Chicago Health.

Penyakit radang usus

Penyakit radang usus adalah gangguan peradangan kronis pada usus. Ini mencakup penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), ada 1,3 persen orang dewasa di AS yang terdiagnosis penyakit radang usus tahun 2015.

Gejala yang bisa dikenali adalah diare, adanya darah di tinja, sakit perut, dan penurunan berat badan. Selain itu, juga bisa menyebabkan kembung akibat jaringan parut dan gas yang terperangkap di usus.

Menurut keterangan dari Crohn’s & Colitis Foundation, ada beberapa pantangan makanan yang harus dipatuhi oleh penderita penyakit radang usus. Di antaranya adalah makanan berserat tak larut yang sulit dicerna, seperti brokoli, kembang kol, kacang-kacangan, atau biji-bijian. Hindari produk berbasis laktosa seperti susu, krim keju, atau yoghurt.

Alergi atau intoleransi makanan

Alergi atau intoleransi makanan bisa memicu kembung, walau agak sulit mendeteksi apa makanan pemicunya. Menurut Dr. Ayesha Akbar, konsultan gastroenterologi di St Mark’s Hospital, Amerika Serikat (AS), dua makanan yang paling sering memicu perut kembung adalah produk susu dan makanan yang mengandung gluten.

Makanan lain yang menyebabkan kembung adalah apel dan alpukat, kata Dr. Akbar seperti tertulis di laman Cosmopolitan. Sementara itu, menurut keterangan dari Gastrointestinal Society, gejala intoleransi makanan adalah mual, kembung, sakit perut, dan diare yang muncul sekitar setengah jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

Sembelit

Selain itu, perut kembung juga berkaitan dengan sembelit. Dr. Akbar mengatakan bahwa sembelit menyebabkan tinja tertinggal di usus dan membuat perut terasa keras, nyeri, tidak nyaman, dan dipenuhi gas.

Sementara, menurut Linda Lee, M.D., di laman Johns Hopkins Medicine, semakin lama tinja berada di usus besar, semakin banyak waktu untuk bakteri melakukan fermentasi. Alhasil, kita akan merasa kembung.

Gejala sembelit adalah harus mengejan keras dengan usaha ekstra untuk buang air besar dan tinja yang terasa keras seperti batu. Sebagai pencegahan, makanlah makanan yang tinggi serat, banyak minum air, dan sering melakukan aktivitas fisik.

Sindrom iritasi usus

Terakhir, sindrom iritasi usus bisa menyebabkan perut kembung. American College of Gastroenterology memaparkan bahwa sindrom iritasi usus dialami oleh 10-15 persen orang dewasa di AS.

Seperti apa ciri-ciri sindrom iritasi usus? Melansir Women’s Health, gejalanya adalah kram atau nyeri di area perut, sembelit, perut dipenuhi gas, perut menjadi bengkak atau kembung, timbul rasa mual setelah makan, hingga diare.

Ada beberapa makanan yang perlu dihindari, seperti produk susu dan turunannya (keju, yoghurt, dan es krim), kopi, soda, minuman beralkohol, dan minuman dengan pemanis buatan, apalagi yang mengandung sorbitol atau sirop jagung fruktosa tinggi.

Nah, itulah penjelasan di balik perut kembung yang sering terjadi dan hubungannya dengan masalah kesehatan tertentu. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Comments are closed.