Toko di Jepang Gunakan Robot

Toko di Jepang Gunakan Robot

Toko di Jepang Gunakan Robot untuk Tertibkan Protokol Kesehatan

Toko di Jepang Gunakan Robot – Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat dituntut untuk menjaga protokol kesehatan. Hal ini guna menghentikan penyebaran virus corona. Selama wabah virus corona melanda dunia, telah ada berbagai inovasi untuk mengatasinya. Selain inovasi pengembangan vaksin, di Jepang, inovasi juga dilakukan dalam bidang robotika.

Di Jepang, sebuah toko melakukan ujicoba dengan IDN POKER 99 APK mempekerjakan robot untuk menertibkan protokol kesehatan bagi pengunjungnya. Uji coba tersebut dimulai pada hari Rabu. Toko yang menjadi tempat uji coba adalah sebuah toko merchandise Cerezo Osaka yang terletak di kota Suminoe. Uji coba direncanakan akan berlangsung sampai akhir bulan November atau bahkan bisa diperpanjang. Dengan uji coba robot tersebut, dimungkinkan meminimalisir kontak langsung agar persebaran virus corona dapat terus dikendalikan bahkan dicegah.

Sejauh ini, menurut The Guardian, kenaikan jumlah infeksi terjadi di Jepang. Pada hari Minggu, setidaknya ada 1.441 kasus baru yang terhitung menurun jika dibandingkan dengan kasus sebelumnya yang mencapai 1.737 kasus. Tokyo dan Osaka terus melaporkan kenaikan harian meskipun tidak terlalu signifikan.

Uji coba tidak dilakukan setiap hari

Meskipun Robovie diperkirakan akan melakukan kerja uji coba sampai tanggal 30 November, namun tugasnya di toko marchandise Cerezo Osaka tidak setiap hari. Melansir dari laman Kyodo, uji coba robot petugas penertiban protokol kesehatan itu hanya dilakukan pada jam 15.30 sampai dengan 18.30 waktu setempat (14/11).

Selain menertibkan aturan protokol kesehatan kepada para pelanggan yang datang ke toko, Robovie juga memiiki kemampuan untuk mengarahkan pelanggan ke produk di toko. Robovie melakukan pekerjaan untuk memberitahukan kepada pelanggan dimana harus mencari produk yang diinginkannya.

Tugas utama sang robot adalah menertibkan pengunjung dan pelanggan

Robovie, nama robot yang diuji coba di Osaka, adalah robot yang memiliki fungsi menertibkan pengunjung agar menaati protokol kesehatan yang diberlakukan di Jepang. Robot yang dikembangkan oleh Advanced Telecomunications Research Institute International di Kyoto itu juga bisa digunakan untuk menggantikan staf toko dan mengurangi kontak dengan orang-orang selama wabah berlangsung.

Melansir dari laman Japan Times, Robovie mampu meminta dengan sopan kepada pelanggan untuk memakai masker. Selain itu, Robovie juga bisa meminta orang-orang mengatur jarak sosial untuk menghindari persebaran virus corona di dalam toko.

Robovie dilengkapi kamera dan sensor yang berguna untuk mendeteksi orang yang tak memakai masker. Robot juga memiliki kemampuan mengukur jarak antara pengunjung toko dengan perlengkapan laser yang dimilikinya. Jika dia melihat orang-orang yang terlalu berdekatan, dia akan mengingatkan untuk menjaga jarak sosial.

Robot lain yang membantu selama wabah COVID-19

Jepang sedang mempersiapkan diri menghadapi gelombang ke tiga wabah virus corona. Lonjakan kasus terjadi lagi khususnya di wilayah dengan populasi padat seperti di wilayah perkotaan. Karena itulah, kewaspadaan penting agar orang-orang tetap mengikuti prosedur kesehatan yang berlaku.

Jika orang-orang merasa tersinggung saat diingatkan oleh penjaga toko, maka salah satu solusi yang ditawarkan yakni Robovie. Robovie akan meminta pelanggan toko dengan sopan mengenakan masker dan menjaga jarak sosial. Namun selain Robovie, ada juga robot lain yang digunakan untuk membantu selama wabah virus corona. Robot itu disebut robot penyembuh (Healing Robot).

Healing Robot ini dikembangkan oleh Groove Inc. dengan produk Lovot, Sony Corp dengan produk Aibo dan Qoobo yang dikembangkan oleh Yukai Engineering Inc. Robot-robot ini memiliki fungsi untuk menemani orang-orang yang sedang dalam karantina atau isolasi.

Menurut Japan Times, Lovot milik Groove Inc. memiliki 50 sensor yang dapat mengenali, mendekati, dan melakukan kontak mata dengan pemiliknya. Meski Lovot terhitung mahal yakni sekitar 3.110 dolar AS, namun pada bulan September penjualan robot tersebut naik mencapai 15 kali lipat. Banyak orang yang merasa kesepian dan memilih membeli robot untuk menemani dirinya di dalam rumah.

Comments are closed.