Waspadai Masalah Kesehatan Kronis

Waspadai Masalah Kesehatan Kronis

Waspadai Masalah Kesehatan Kronis Ini akibat Lemak Perut Berlebih

Waspadai Masalah Kesehatan Kronis – Selain membuat kita sulit mendapatkan ukuran celana yang nyaman, memiliki perut buncit ternyata bisa jadi akar dari segala masalah kesehatan. Salah satu masalah pada tubuh yang dapat terjadi seiring pertambahan usia adalah tumpukan lemak perut berlebih yang membuat ukuran perut membesar.

Ada banyak hal yang bisa memicu perut buncit atau lingkar pinggang yang terus melebar, seperti pola makan tidak sehat, gaya hidup tidak aktif, hingga faktor genetik. Kamu perlu Download Aplikasi IDNPlay Terbaru memahami bahwa lemak tubuh bisa menumpuk di berbagai area tubuh dan memengaruhi bentuk tubuh secara keseluruhan, misalnya di bagian pantat dan paha, perut, atau tubuh bagian atas.

Meski begitu, penumpukan lemak perut dinilai lebih berbahaya daripada timbunan lemak di bagian tubuh lainnya. Inilah beberapa masalah kesehatan kronis yang bisa terjadi akibat kelebihan lemak perut, yuk, segera atur strategi untuk segera mengusirnya!

Migrain

Philadelphia’s Drexel University College of Medicine, AS, mengumpulkan data dari sekitar 22 ribu peserta dalam National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES). Survei tersebut mencakup pengukuran obesitas abdominal, diukur dengan lingkar pinggang, dan obesitas keseluruhan, sebagaimana ditentukan oleh indeks massa tubuh (BMI).

Menurut data yang dikumpulkan, didapat bahwa kelebihan lemak perut dikaitkan dengan peningkatan aktivitas migrain yang signifikan pada laki-laki dan perempuan antara usia 20 dan 55 tahun. Ini adalah usia ketika migrain paling sering terjadi. Kemudian, perempuan dengan perut buncit lebih mungkin mengalami migrain hingga 30 persen dibandingkan dengan perempuan yang perutnya tidak buncit.

Penyakit jantung

Menurut studi yang dilakukan oleh Euroaspire V tentang pencegahan penyakit kardiovaskular dan diabetes, ditemukan bahwa seseorang yang gemuk dan punya lemak perut berlebihan lebih berisiko terkena penyakit jantung.

Studi tersebut membuktikan bahwa individu yang memiliki lingkar pinggang besar cenderung mengadopsi gaya hidup yang tidak sehat dan memiliki tekanan darah yang tidak terkendali, yang meningkatkan risiko terkena diabetes.

Oleh karena itu, bahaya utama dari lemak perut adalah dapat menyebabkan penyakit jantung yang dapat berakibat fatal dalam jangka panjang.

Kanker

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Michigan State University, Amerika Serikat (AS), banyaknya kadar lemak perut dapat meningkatkan risiko kanker. Dalam penelitian tersebut, peneliti menemukan bahwa sel non kanker bisa berubah menjadi tumor dan ini disebabkan oleh protein lemak yang ada di perut seseorang.

Selain jenis kanker yang ditimbulkan oleh lemak perut, penelitian menyatakan bahwa protein lemak yang ditemukan pada orang-orang yang mengalami kegemukan dapat mengembangkan sel kanker.

Diabetes tipe 2

Menurut studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford, Inggris, lemak perut yang berlebihan dapat menyebabkan diabetes tipe 2. Studi tersebut juga menyebutkan bahwa lemak memiliki kecenderungan untuk mengendap di perut yang dapat memicu penyakit gula tersebut.

Namun, apabila lemak cenderung mengendap di pinggul, individu tersebut memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit diabetes.

Jadi, dapat dikatakan bahwa lemak yang menumpuk di perut adalah yang paling berbahaya. Karena dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2.

Masalah pernapasan

Kelebihan berat badan di bagian tengah tubuh dapat mengganggu fungsi paru-paru. Penelitian dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine menunjukkan. Bahwa ukuran pinggang yang besar sengat berhubungan dengan penurunan fungsi paru-paru. Terlepas dari faktor komplikasi lain yang memengaruhi paru-paru, seperti obesitas dan merokok secara keseluruhan.

Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis informasi kesehatan sekitar 120 ribu orang di Prancis. Menilai latar belakang demografis, riwayat merokok, konsumsi alkohol, serta fungsi paru-paru. Sehubungan dengan ukuran obesitas yang dikenal sebagai indeks massa tubuh, lingkar pinggang, dan ukuran kesehatan metabolik lainnya.

Dari penelitian tersebut, ditemukan adanya hubungan independen yang positif. Antara gangguan fungsi paru dan sindrom metabolik yang disebabkan oleh obesitas perut. Hal ini kemungkinan karena lemak perut dapat merusak cara fungsi diafragma dan dada.

Jaringan lemak juga diketahui meningkatkan peradangan di tubuh, yang mungkin berperan dalam memicu masalah pernapasan.

Nah, ternyata kelebihan lemak perut dapat memicu berbagai masalah kesehatan kronis bukan? Jadi, jangan sepelekan masalah perut buncit. Terapkan gaya hidup yang aktif dan beralihlah ke pola makan bergizi seimbang agar masalah perut buncit dapat segera teratasi.

 

Comments are closed.